1.5.13

ruang dan waktu

Selamat malam, Kasih :)
Adakah rindumu kepadaku malam ini?

Kasih, aku tahu..
kita terpisah..
aku terdampar dalam ruang dan waktu yang berbeda denganmu..
aku tau kita hidup dalam ruang kaca yang berbeda..

Kasih, gelombang asmara tak memihakku..
gelombang asmara memisahkan kita..

betapa aku merindu..
betapa aku haus...
haus kasihmu,,

Kasih, aku disini menanti..
beribu kode aku tebar..
namun, tak satupun engkau tangkap.
atau, kau sengaja tak menangkapnya?

Kasih...
aku tak tahu, bagaimana aku berdiri jika kau tak mendekapku..

Kasih...
ini batas ruang dan waktu..
aku terlalu lemah memecahnya..
kaca ruang dan waktu makin menghimpit..

aku tak mampu bernafas..
karna kamulah nafasku..
namun, kamu berada dalam ruang dan waktu yang berbeda

rindu~

aku lelah...
aku letih,
aku terseok.

aku lelah mengejar bayang semu,
hanya kau kasih yang mampu hapuskan segala letih.
berpalinglah...berpaling padaku..

tak mampukah dirimu rasakah cintaku?
atau kau hanya berpura-pura tak tau apa yang kurasa..

Oh kasih, aku merindu..
aku benar-benar rindu

21.2.13

Indonesia Emas

Siapakah calon armada Indonesia? 
Siapakah pemeran Indonesia emas?

KITA!!
KITA PARA PEMUDA BANGSA..

Pada tahun 2020 Indonesia (seharusnya) mencapai puncak.
Mengapa?
Karena pada saat itu, tingkat pemuda pada masa kerja sangat tinggi

Namun, untuk mencapai itu semua.. diperlukan ketekunan serta etos kerja tinggi.

Sebagai pemeran Indonesia Emas, kita dituntut untuk kreatif.
Dituntut untuk bersikap nasionalis!!
Janganlah egois. Negri ini sudah menampung begitu banyak orang-orang egois.

Yaaah yaaah yaaah.
Kini banyak celaan untuk para wakil rakyat.
Semua orang terfokus untuk mencela bahkan menghinakan para wakil rakyat.

Tapi ayolah,
Oke, saya akui kinerja pemerintah 2 periode ini kurang baik.
Namun, jangan hanya terfokus pada para wakil rakyat tersebut.

Mari...Duduk tenang.
Pikirkan negri ini.
Mari ubah mindset kita mengenai Indonesia!!
INDONESIA, negara yang memiliki SDM yang luar biasa banyak.
Sehingga, apabila kita terfokus pada pemberdayaan SDM itu
Indonesia mampu memiliki kekuatan yang luar biasa bahkan mampu mengalahkan negara-negara maju.

Untuk SDM yang berkualitas, diperlukan waktu dan perhatian dari segala pihak
untuk membantu mengembangkan, memperdayakan, mengajar para SDM agar kelak
Indonesia menjadi negara yang mampu mengubah dunia!!

14.2.13

Kalian pernah merasa takut? Takut yang luar biasa hebatnya sampai-sampai kalian merasa nafas kalian terputus?

Yaaaah, namanya juga umur.. Siapa yang tahu kecuali Tuhan?
Yang pasti aku sering merasakannya....
Merasakan takut yang luar biasa dahsyat..
Hingga aku merasa diambang kematian...

16.1.13

Tambahan info niiiih~~


Saya tertarik sekali dengan pengetahuan-pengetahuan umum. Menurut saya, itu membuat kita berwawasan luas, membuat kita ” KEREN ” . Definisi keren menurut saya adalah seorang yang berwawasan luas, pintar tapi tidak cukup dengan pintar tapi juga cerdas.
Semua benda yang kita gunakan, semahal dan sekeren apa pun benda itu tidak akan membuat kita menjadi keren jika kita tidak cukup cerdas dan berwawasan luas.
Nah, untuk menutup artikel ini, saya akan memberikan sedikit pengetahuan yang bersumber dari http://rachmatwahidi.wordpress.com/ dan majalah bobo.
Ini dia :
  • Tinggi pohon bunga matahari bisa mencapai 3,5 meter.
  • Kalau ekornya putus, cicak bisa punya ekor baru lagi.
  • Volume lambung orang dewasa adalah 1,5 liter.
  • Di dunia ini ada 2.700 macam nyamuk.
  • Jumlah rambut di kepala orang dewasa sekitar 100.000 helai.
  • Kebalikan dengan kucing yang takut air, harimau sangat suka berenang.
  • Berat otak gajah sekitar 4-6 kg.
  • Jumlah domba di Australia lebih banyak daripada jumlah penduduknya.
  • Anak balita suka sekali bertanya. Kalau dihitung, dalam sehari jumlah pertanyaannya bisa mencapai ratusan.
  • Ikan tidak punya telinga.
  • Laki-laki lebih sering cegukan dari perempuan.
  • Jantung udang ada di kepalanya.
  • Waktu lahir, semua bayi buta warna.
  • Madu tidak akan pernah basi.
  • Semut tidak pernah tidur.
  • Konon, lebih banyak orang yang takut kepada katak daripada tikus.
  • Kuku jari tengah lebih cepat panjang daripada kuku di jari lainnya.
  • Ginjal menyaring sekitar 1.800 liter darah perhari.
  • Lidah jerapah panjangnya bisa mencapai 50 cm.
  • Bunga mawar yang dipetik di sore hari lebih tahan segarnya daripada yang dipetik di pagi hari.

Tiap hari itu Pelangi


” tiap hari itu sama”
tapi tidak bagiku, tiap hari itu berbeda. kenapa?
karena ditiap menitnya kita mendapat sebuah pengalaman baru!! \(‾▿‾\) \(´▽`)/ (/‾▿‾)/
tapi, hari ini aku juga mau cerita aaaaaaaah :D
hidupku itu penuh warna lho, apalagi sekarang aku masih es-em-a
masa yang katanya, masa paling indah :D dan menurutku emang bener!! hehe
\(´▽`)/ hampir tiap saat aku dapet pengalaman baru!!!

aku bahkan pernah kejebak di arena “tawuran pelajar”

wusssss seru banget!! #ngeri sih aslinya#

tapi sumpah! biarpun menegangkan, panik dan segala macam

ketakutan lain menghampiri seluruh bagian tubuhku, aku ngerasa ada
sebuah rasa yang mengisi hatiku ^^ gejolak masa remaja :D hihi


(˘ʃƪ˘) aku itu pejuang cinta sejati lhooooo! wkwkk, tiap hari aku hampir selalu
berusaha melihat orang yang aku sukai #bukan pacar -,- aku ngga punya pacar#
tapi biarpun cuma ngeliatin dia dari kejauhan, hati ini ” makseeeer “ biarinlah
orang bilang gue alay, bilang gue lebay..
tapi inilaaaaaah cinta ^^ wkwkw
wuaaaaaaaah, pengalaman apalagi yaaa yang bakal aku dapetin besok? hmmmm aku harap besok ada pengalaman yang “seruuuuuuuuuuu” menghadangku.

jadi ngga sabar nunggu besok deeeh (ʃƪ´⌣`)

~~~

Hai!!!
Eheeeeem~~
lama gak bercuap-cuap santai niiiih. Pasti kalian udah kenjeeeeeen banget ama celotehanku...yakan? :3 uhuuuk~~
ahahaha.. Tau nggak sih gimana rasanya jadi anak kelas duabelas~~ pusiiiiing..
apalagi bentar lagi UN...SBMPTN!! aaaah semoga aja gue lolos via SNMPTN! AAMIIN...


Yahhh Gini deh rasanya jadi anak kelas duabelas...berat..
makanya deh gue kadang ketawa-ketawa sendiri..
berusaha menghibur diri..biar nih otot gak tegang..

HUUUUFT -___-
Tapi sebelum UN..hal yang perlu dikuatkan itu...ya MENTAL!


Rasa sakit yang manis~

Rasa sakit yang manis...
rasa sakit yang ada saat mencintaimu...

Mencintaimu begitu sakit...
namun mencintaimu adalah sebuah kenangan indah bagiku...

Desiran yang kurasa ketika berpapasan denganmu...
Desiran yang kurasa ketika kau menggoda dan menjahiliku...
Desiran yang kurasa ketika kau menatapku....

AH!!! Hatiku tak berbentuk ketika bersamamu...
Berdiri pun aku tak sanggup....

Ah bodoh...
Aku tahu kau tak pernah serius kepadaku...
Aku tahu kau tak pernah mencintaiku....

Aku tahu kau sebatas sahabat...
Ahh...tapi kumohooon.
tetap perlakukan aku seperti ini...

aku tahu ini sakit....
tapi ini rasa sakit yang manis....

6.1.13

ilalang yang tak mampu menari

kalian mendengarku?
Siapa saja..tolonglah aku...
aku ilalang yang tak mampu lagi menari..
aku ilalang yang sudah penuh luka....

Siapa saja...tarik diriku...
siramlah aku dengan kasih dan cintamu...

tolonglah aku...
hatiku penuh lukaaaa..

Kehidupan yang penuh intrik dan tipu muslihat. Selalu menarik untuk dikritik bahkan untuk dikecam. Terkadang kita lupa dengan apa yang telah kita miliki..lupa bersyukur..menyebabkan seseorang terluka karenanya..

Meninggalkan sejuta kenangan, menghapus segala rasa..membuang harga diri..
Ah kita ini manusia..satu-satunya makhluk yang berakal...
Tapi apa daya, bangsa kita..tidak..mungkin bangsa lain juga... mulai termakan tipu daya iblis dunia...
melupakan alur kehidupan...
hanya memandang ke atas, tanpa pernah memandang ke bawah.

Kepedulian hilang, rasa sosial menurun. Individu yang egois dan berusaha memberi keuntungan yang luar biasa besar pada diri sendiri.
Oh ayolaaaah, apa arti hidup jika saling memberi hanya jika keduanya sama-sama diuntungkan...

Ingatlah, lebih baik memberi..tanpa perlu mengharap apapun,..

Hansel&Gretel


Di sebuah desa pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga bahagia. Mereka mempunyai dua orang anak yang manis, namanya Hans dan Gretel. Suatu ketika Ibu tercinta meninggal karena sakit. Sejak kematian sang Ibu, mereka selalu bersedih sepanjang hari.
Agar mereka tidak bersedih, kemudian Ayah mengambil Ibu baru untuk menghibur mereka. Ternyata Ibu baru ini sangat jahat dan memperlakukan mereka dengan buruk. Dari pagi hingga petang mereka disuruh terus bekerja dan hanya diberi makan satu kali.
Musim kemarau pun tiba, dan mereka tidak mempunyai makanan apa-apa. Sang Ibu menyuruh anak-anak untuk dibawa ke hutan dan meninggalkannya di sana.
Ayah sangat terkejut mendengarnya ” Bicara apa kau, apa kau ingin anak-anak mati ?! “
” Kau ini memang bodoh, kalau kita tidak melakukannya, kita semua akan mati !”
Sementara itu dari balik kamar , Hans dan Gretel mendengarkan pembicaraan mereka. Mereka ketakutan dan Gretel pun menangis.
Akhirnya Ayah tidak bisa berbuat apa-apa karena istrinya terus mendesaknya.
“Ah… apa kita akan mati di hutan ?! “
” Ssst.., aku punya ide bagus, ” ucap Hans. Lalu ia keluar rumah dan mengumpulkan batu-batu kecil putih yang bila terkena cahaya bulan, akan bersinar.
Pada esok paginya dengan berteriak keras, Ibunya membangunkan Hans dan Gretel. Sebelum berangkat ia memberikan sepotong roti kepada mereka. Setelah itu semua berangkat menuju hutan.
Sambil berjalan Hans membuang batu kecil putih satu per satu yang ada dalam kantongnya.
Karena berjalan sambil menoleh ke belakang, Ayah menjadi curiga.
” Sedang apa, Hans ? “

” Aku sedang memandang kucing yang ada di atas rumah,” jawab Hans berbohong. Lalu tibalah mereka di tengah hutan.
Ayah dan Ibunya pergi ke hutan yang lebih jauh lagi untuk menebang kayu dan meninggalkan mereka.
Rasa sedihpun berganti gembira setelah di tengah hutan Hans menemukan seekor kupu-kupu dan Gretel membuat kalung dari bunga. Mereka sangat gembira karena bisa bermain-main bersama teman baru mereka seperti kelinci, bajing dan burung-burung kecil.
Tanpa terasa waktu berlalu, mataharipun mulai tenggelam dan hari mulai gelap. Suara burung-burung yang indah kini berganti dengan suara angin yang berdesir.
Gretel menangis tersedu-sedu karena takut. Hans berkata menenangkan, “Jangan menangis, jika cahaya bulan muncul, kita pasti akan pulang dengan selamat “.
Tak lama kemudian, dari sela-sela pohon muncullah cahaya bulan yang bersinar dengan terang. Hans segera mengajak Gretel untuk pulang ke rumah.
Hans memegang tangan Gretel dan menyusuri jalan di hutan tanpa ragu-ragu.
” Kak, kok bisa berjalan tanpa bingung di hutan yang gelap begini?”
“Oh… batu kecil putih yang kujatuhkan ketika kita datang, bersinar karena kena sinar bulan dan itu akan menolong kita pulang ke rumah.”
Tibalah mereka di rumah, sang Ibu heran melihatnya dan mencari tahu bagaimana mereka bisa sampai di rumah dengan mudah. Ketika ia membuka pintu, ia melihat batu kecil putih yang bersinar. Agar mereka tidak bisa mengumpulkan batu putih itu lagi, Ibu mengunci pintu kamar mereka. Hans dan Gretel menjadi panik karenanya.
Sebelum tidur mereka berdoa pada Tuhan, meminta perlindungan.
Keesokan harinya seperti kemarin, Ibu membangunkan mereka dan membawa mereka ke hutan. Hans tidak kehabisan akal. Dengan terpaksa ia mencuil-cuil potongan roti dan menjatuhkannya di jalan sambil berjalan.
Tapi malang, jejak yang sudah dIbuatnya susah payah dimakan oleh burung-burung kecil. Sampailah mereka di dalam hutan. Kembali Ayah dan Ibunya meninggalkan mereka dan masuk ke hutan yang lebih jauh.
Merekapun bermain-main dengan binatang-binatang di dalam hutan.
Akhirnya malampun tiba. Ketika cahaya bulan mulai bersinar mereka beranjak pulang. Dengan susah payah dicarinya potongan-potongan roti sebagai petunjuk jalan untuk pulang ke rumah.
” Kak, apa yang telah terjadi dengan potongan-potongan roti itu ?” teriak Gretel cemas.
” Mungkin dimakan oleh burung -burung kecil “
” Uhh.., kalau begitu kita tidak bisa pulang ke rumah.”
Di dalam hutan bergema suara lolongan keras. Mereka berdua amat ketakutan. “Kak, aku takut, kita akan mati !” Gretel mulai menangis.
” Jangan khawatir dik, Ibu yang ada di surga pasti menolong kita.”
Karena lelah, mereka akhirnya tertidur dengan pulas di bawah pohon. Cahaya matahari pun mulai bersinar dan mengenai wajah mereka. Hans dan Gretel terbangun dan disambut suara kicauan burung.
Tiba-tiba mereka mencium bau masakan yang lezat. Segera mereka berlari ke arah datangnya bau lezat itu. Seperti mimpi mereka melihat rumah kue, atapnya terbuat dari tart, pintunya dari coklat, dan dindingnya dari biskuit.
Cepat-cepat mereka mendekati rumah itu dan memakannya.
Tiba-tiba terdengar suara keras yang bergetar. 
“Siapa itu, berani memakan rumah kue kesayanganku ?”, muncullah seorang nenek sihir tua dengan wajah menyeramkan serta mata merah yang bersinar, lalu menangkap mereka berdua.
” Hi… Hi…. Hi…. anak-anak yang lezat, sebagai hukuman karena telah memakan rumput kue kesukaanku, aku akan memakan kalian .”
Dengan kasar nenek sihir itu menyeret Hans masuk ke dalam penjara. Setelah itu ia berkata kepada Gretel,
“Mula-mula aku akan menggemukkan anak laki-laki itu, lalu aku akan memakannya. “
“Sekarang kau buat makanan yang enak biar makannya banyak ! “
Nenek sihir itu sudah tua sekali dan matanya mulai rabun. Pada saat itu Hans dan Gretel saling berpegangan tangan memberi semangat supaya mereka tabah.
” Tabahlah Gretel, Ibu yang ada di surga pasti melindungi kita “.
Suatu hari nenek mendekati penjara Hans untuk melihat apakah tubuh Hans sudah menjadi gemuk atau belum.
“Aku lapar, sudah seberapa gemuk tubuhmu, ayo ulurkan tanganmu ! “
Hans yang pintar tidak kehilangan akal, ia mengetahui kalau mata nenek sudah rabun segera dikeluarkannya tulang sisa makanan kepada nenek yang rabun lalu nenek memegangnya.
Betapa kecewanya nenek karena sedikitpun Hans tidak bertambah gemuk. Karena kecewa lalu ia bermaksud untuk memakan Gretel. Kemudian Gretel disuruh membakar roti.
Selagi Gretel menyalakan api di tungku, si nenek mencoba mendorongnya ke nyala api.
Untunglah Gretel mengetahui maksud nenek, cepat-cepat ia berbalik pergi ke depan tungku.
“Nek, aku tidak bisa membuka tutup tungku ini .”

Nenek sihir tidak sadar kalau ia sedang diperdaya Gretel dan ia membuka tutup tungku.
Tanpa membuang kesempatan, Gretel mendorong nenek ke tungku.
“Ahh… tolong…. panas ! ” teriak nenek kesakitan. Gretel tidak memperdulikan teriakan nenek malah dengan cepat ia menutup pintu tungku, lalu berlari ke arah penjara untuk menolong Hans.
“Gretel, kau berhasil. Ibu yang di surga telah melindungi kita.” Karena bahagia mereka berpelukan.
Ketika akan pergi dari rumah kue tanpa sengaja mereka menemukan banyak harta karun. Setelah itu mereka keluar rumah, tetapi malang jalan itu terpotong oleh sungai besar.
Mereka menjadi bingung. Saat itu entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul seekor angsa cantik.
” Ayo, naiklah ke punggungku, ” ucap angsa itu ramah. Satu per satu angsa itu mengantarkan mereka menyeberang sungai.
Setelah sampai, angsa itu menunjuk-kan jalan bagi mereka berdua dari atas langit. Sampailah mereka di batas hutan.
Tanpa mereka ketahui sebenarnya angsa itu adalah Ibu mereka yang ada di surga. Angsa itu kemudian menghilang. Setelah itu muncullah Ayah mereka yang sangat cemas.
“Anak-anakku tersayang, maafkanlah Ayah. Ayah tidak akan meninggalkan kalian lagi “.
Lalu Ayah menceritakan kepada mereka bahwa Ibu tiri yang jahat sudah meninggal karena sakit. Akhirnya mereka pun hidup bahagia selamanya.