1.3.16

Kau Sakit...Begitu Pula denganku.

Diantara kalian tentu memiliki seseorang yang spesial dalam menjalani hari bukan?
Lantas, bagaimana jika makin hari kalian saling menyakiti, saling memaki, bahkan hingga saling membenci?
Akankah kalian terus bertahan dengan mengatasnamakan kesetiaan?
Namun, kesetiaan hanyalah ruang hampa jika sudah tidak ada cinta di dalamnya.

Puisi kali ini, aku persembahkan untuk kalian yang merasa disakiti.
Namun, tanpa sadar kalian juga menyakiti..

" Akankah kau terus sebut itu cinta...
Jika hanya menggoreskan luka.
Akankah kau terus sebut itu cinta..
Jika hanya menghasilkan air mata.
Akankah kau terus pertahankan dia,
yang selal sisakan duka...

kau yang dilukai..
kau yang dibohongi...
Namun, kaupun membohongi diri.
menyelimuti diri, dalam hal yang kau sebut itu cinta..

Masihkah kau yakin mencintai?
Sadarkah kau...
kau bertahan, karna takut kehilangan..
kau menjalani, dengan cinta yang hampa..
rasa takutmu, menghalangi keagungan cinta.

Dirimu menyalahkan ia,
yang kerapkali memberi luka.
Dirimu mengutuknya
yang kerapkali memberi duka..

Namun...
kamu terus bertahan..
dalam makian.

Kau junjung tinggi yang kau sebut kesetiaan,
tapi hati kau abaikan..

Dirimu yang kerapkali menyalahkan...

Dirimu...
dirimulah yang membuat luka itu bertahan.

Kau goreskan luka,
hanya untuk rasa takut kehilangan "

19.8.15

Aku Wanita

Aku wanita...
Aku ingin dicintai
Aku ingin disayangi
Aku ingin selalu dimengerti

Aku wanita
Berharap menjadi nomor satu..
tapi tak mau menomorsatukan orang lain,
karna diri sendiri adalah nomor satu..

Aku wanita,
mencintai segala hal manis
mencintai segala hal romantis
tapi tak semua tahu.

Aku wanita,
berharap dikasihi

Aku wanita,
menyenderkan segala harap dalam bahasa kalbu..
Menyimpan rapat egoku..

Aku wanita...
melepas ego
melepaskan harap

musnah..
karna itu pasti salah..

bahasa kalbupun salah.
semua salah...


Aku. Kamu.

Aku memberi..
Kamu memberi..

Aku menerima...
Kamu menerima...

Aku berkata A
kamu terluka

Kamu berkata B
aku terluka

Aku memahami
Kamu memahami

Aku mengerti
Kamu mengerti

Aku memohon
Kamu memohon

Aku berharap
Kamu menolak...

Kamu berharap
Aku tak mengerti...

Aku menantikan...
Kamu meremehkan..

Kamu menantikan
Aku melupakan........

Aku terluka
Kamu terluka...

Aku sayang kamu
Kamu sayang aku

Aku tak mengerti kamu.
Kamu tak mengerti aku.

Aku cinta kamu
Kamu cinta aku

Aku berlari
Kamu mengejar

Kamu berlari
Aku mengejar
kamu bersembunyi


7.2.15

Seharusnya.........

Aku merindukan semburat merah langit senja.
Namun, apa daya?
Mendung masih menggelayut manja ketika aku menyandarkan punggungku di kursi beranda..

Angin membelai mesra.
Sedikit menggelitik bulu roma.
Membuatku ingin menutup mata.. 
Entah, mungkin juga menutup mata selamanya..

Sesungguhnya, aku enggan memikirkannya lagi..
Memikirkan alasan " Bagaimana mungkin aku terus mencintainya ketika aku ingin membencinya? Bagaimana mungkin aku terus mencintainya ketika aku tersakiti? "
Sesungguhnya pula, aku merasa jengah dengan pertanyaan itu.
Pertanyaan yang selalu aku lontarkan kepada diriku setiap saat saat..
Dan kurasa, itu sebuah pertanyaan retoris. 

Sekian lama aku menutup hati,
Sekian lama pula aku mengunci diri dibalik sugesti.
Cinta itu tidak ada. Cinta sejati takkan pernah ada. 
Ya aku bersembunyi dibalik itu semua.

Aku memiliki luka, luka yang seharusnya abadi.
Abadi? Konyol memang.
Luka dapat diobati bukan?
Akan tetapi, luka ini menolak untuk diobati. 
Luka ini jauh lebih berkuasa daripada diriku sendiri.
Dan karna luka ini...
Aku semakin mengunci rapat hatiku..

Namun, kau hadir.
Kau mendobrak pintu yang telah kututup rapat.
Kau mengoyak segala pertahanan yang telah kubuat.
Kau mengobati luka yang seharusnya abadi..

Aku merasakan debaran yang membuncah..
Aku merasakan gemuruh yang besar..
Aku merasakan..... Oh aku merasakan apa?
Entah, yang pasti aku bahagia..

Selalu menanti tawa renyahmu..
Selalu menanti tatapan isengmu..
Selalu menanti senyummu....
Ah! 

Sadarkah dirimu? 
sedikit sentuhanmu, mengubah emosiku
sedikit celotehanmu, mengubah mimpiku.....

Dan aku berharap, sedikit cintamu, mengubah duniaku....

NAMUN,
akhirnya aku terluka lagi.....
Di saat yang sama aku mencintaimu,
kau mencintai dia yang lain..
Di saat yang sama aku mencintaimu..
kau mengharapkan dia.. 
Dia, bukan aku.

Mengapa tidak ada jeda antara cinta kita?
Kita? Ya, cintaku padamu. Dan cintamu padanya.
Seharusnya segala hal itu memiliki jeda..
Mengapa tidak ada jeda untuk kau tinggal sejenak di sini?
Dan haruskah aku membiarkan kau untuk pergi?

Dan seharusnya kau sadar, 
dibalik senyummu tentangnya..
tersimpan pula luka dibalik senyumku.

Kau menyembuhkan luka yang seharusnya abadi..
Namun, kau goreskan lagi luka.
Kau goreskan sembilu ke hatiku.
Perasaan sakit mengucur dari luka itu.

Sesak di dada membuncah..
Seharusnya,
aku dan kau terperangkap dalam rasa yang sama.
AH seharusnya....... kita memang bersama.

Haruskah aku menutup pintu hatiku lagi?
Namun, aku tau, kau masih terperangkap di sana.
Bagaimana caraku membuatmu keluar..
Seharusnya aku tahu..
Namun, aku takut..
Aku takut jika aku tak mampu mencinta (lagi)

Terlalu banyak seharusnya.....
Seharusnya pula, aku lelah dengan semua ini..





28.1.15

Kau Masih Sahabatku?

Hidup bukanlah suatu jalan yang datar dan penuh bunga,
Melainkan terkadang disirami darah dan air mata
Begitulah kata Buya Hamka..
Entah berapa lama kita mengarungi waktu yang sama..
Entah berapa lama kita menghabiskan tawa bersama..
Entah berapa lama kita menangiskan suatu hal bersama..
Entah…. Entahlah…
Seharusnya, tiada ucapan perpisahan dalam persahabatan,
Sekalipun maut memisahkan, rasa di dalamnya selalu tersimpan..
Aku tau, kebersamaan itu sukar dipertahankan.
Aku tau, kelingking ini sukar untuk terus bersama..
Namun, aku juga tau..
Bahwa sahabat adalah orang yang akan selalu menemani,
Tak peduli seberapa sukarnya kebersamaan itu terjaga..
Lalu, bagaimana jika aku berkata “ Dan, sahabatku telah menjadi seorang bangsat “
Seharusnya lagi,
Sahabat bukan seorang yang menusuk dari belakang..
Melainkan seorang yang menampar dari depan..
Di sini aku mencintainya,
Aku tau, aku tak pernah sedikitpun dipandangnya…
Di sini aku menyayanginya,
Aku tau, aku tak pernah sedikitpun mendapat pedulinya..
Di sini, aku sakit..
Sakit karna aku tau itu semua…
Dimana aku meluapkan sakitku?
Hanya padamu wahai sahabatku..
Di mana aku meluapkan emosiku?
Hanya padamu wahai sahabatku..
Tetapi,
Kau harus tau sahabatku…
Sekalipun sakit yang kurasa, aku bahagia.
Ini luka yang manis.. Luka hasil mencintai…
Ahaha, betapa bodohnya bukan?
Namun, luka ini menjadi luka yang pedih dan perih..
Kau menabur garam pada lukaku..
Kau tau aku merasa terluka dan sakit..
Tapi apa kau tau?
Rasa sakitku menjadi lebih sakit ketika kau menyapanya..
Oke, aku masih kuat. Kau sekadar menyapa..

Oh Tidak, rasa sakit ini semakin menjadi,
Luka ini semakin menganga..
Kau lebih dari sekedar menyapa…
Ada apa?
Apakah kau juga mencintainya?
Oh jangan kau jawab..
Aku tak kuasa mendengarnya..
Aku ingin tertawa..
Kurasa kau memang mencintainya..
Tanpa kau jawab..
Mata dan tatapanmu sudah menjawabnya..
Ah, aku tak kuasa..
Tapi tunggu…
Persahabatan lebih dari sekedar percintaan bukan..
Aku tak boleh terpancing.
Aku biarkan kau mencintainya, tapi kau harus mengakuinya terlebih dulu..
Oh!! Mengapa kau tak mengaku?!
Ayolah, apa susahnya?
Heyy!! Mengapa kau semakin menutupi? Aku masih sahabatmu bukan?
Heyy! Mengapa kau mengarang cerita baru padanya?
Heyy!! Mengapa ia tiba-tiba menjauhiku?
Heyy! Rupanya kau yang mengajaknya pergi..
Aku tau cintaku tidak terbalaskan..
Aku sudah terluka karnanya..
Akan tetapi, mengapa ia harus pergi…..
Terlebih pergi karna bujuk rayumu.

Kau sahabatku kan?

10.9.14

Teruntuk, Kamu

Teruntuk, kamu..
Teruntuk kamu yang mencintaiku...
Teruntuk kamu yang ngepoin aku....
Teruntuk kamu yang mungkin selalu membenciku,
Teruntuk kamu haters sejatiku.....

Kamu, iya kamu......
Sejauh apa kamu mencintaiku?
Sejauh mana kamu mengetahui tentangku?
Sejauh mana kamu selalu berkhayal mengenai diriku?
Sejauh mana kamu mengembangkan cerita akanku?

Sayang, rela tak rela kukatakan......
Terlalu banyak kesamaan diantara kita....
Namun, mungkin kamu hanya ingin menjadi sepertiku.......

Kukatakan, aku juga mencintaimu..
Teruntuk kamu..
Iya, kamu.

28.6.14

Lelakiku...

Aku akan menceritkan sebuah kisah..
kisah ini tentangmu..
Kisah ini tentang kamu yang mengisi kekosongan hatiku..
Kisah tentang dirimu yang mampu mengunci nostalgia akan masa laluku..

Kisah seorang lelaki yang mampu mengurai benang merah dan mengikatnya dikelingkingku..
menjadikan dirinya sebagai takdirku.
menjadikan dirinya sebagai jodohku..
AH!

Ini kisah dimana aku mencintai seorang lelaki..
Kisah tentang lelakiku..

Aku menuliskan kisah ini,
ditemani kidung senja dan tarian ilalang..
Angin sore menyapaku..
Angin sore, mampukah kau menyalurkan rindu untuk lelakiku?
Kidung senja, sampaikanlah cintaku pada dirinya, pada lelakiku..

Dan kamu lelakiku...
adakah rasa rindu padaku?

Lelakiku..
kemarikah,
temani aku menggoreskan kemerahan jingga
temani aku menari bersama ilalang
temani aku menjemput sang rembulan
dan temani aku dalam cengkraman kegelapan malam..

Lelakiku..
Janganlah jadi pasir dalam hatiku, jadilah sebuah batu

Aku tak mampu menggenggam erat sebuah pasir,
terlalu perih ketika aku menggegam erat sosokmu..
terlalu bodoh ketika aku melonggarkan genggamku, engkau terbang meninggalkanku..

jadilah batu, yang selalu bertahan di genggamanku, sekuat atau selonggar apapun aku menggenggammu..
 Kamu bukan kisah klasik..
Kami kisah ajaib yang menemanikku sepanjang masa

LELAKIKU.....
AKU MENCINTAIMU....
 Aku harap........aku mampu terus bersanding denganmu.
Lelakiku......kamu lelakiku.. Merah jambuku.

Secuil Potongan Masa Lalu

[ INI CUMA PUISI, NGGAK ADA SANGKUT PAUTNYA SAMA KENYATAAN. JADI JANGAN NGEJUDGE DULU YA WAHAI HATERS :* ]

Di sini...aku merindu..
Di sini, aku mengingatmu..
Mengingat segala kenangan akanmu..
Di sini.. aku berselimutkan memori..
Beralaskan kenangan..
Di sini... aku terbakar api rindu...

Aku merindu pada dirimu..
Pada bayangmu..
Merindu segala hal tentangmu...

Angin sore tak lagi menyapaku..
Angin sore tak lagi menjawab jeritanku..
Angin sore tak mampu lagi menyalurkan rinduku padamu..

Kasih, masihkah kau ingat padaku?
Rindukah kau pada diriku?
Masih ingatkah kau pada setiap penggal kisahku denganmu?
AH!

Ini hanya rindu yang tak tersalurkan..
haruskah aku menyalahkan waktu??
Mengapa aku harus teringat padamu sehingga aku jadi merindu..

Sudah!
Aku ingin hapus rasaku..
Ingin hapus segala memoriku...

Kau tau? Tiap aku mengingatmu,
hatiku serasa tergores sembilu..
PERIH!
Tahukah kamu??
Tentu tidak..
sedari dulu kau tak pernah mengerti perasaanku..
Akupun begitu,
sekalipun aku mencintaimu..
aku tak mampu menebak jalan pikirmu..
AH! SUDAH!!!!
Kau hanya potongan kisah masa lalu~~

19.12.13

I hope, I dream, I wish, I pray

Kau tahu...
hal yang baru saja kau ucapkan adalah hal terburuk yang pernah kudengar...
Aku sakit karenanya..
Aku terluka karenanya...
Aku menangis karenanya...
Hancur!~

Aku tak mengerti...
Tolong katakan bahwa itu sebuah kebohongan...
Jika ya... aku begitu benci kebohongan ini..
tapi jika ini nyata... aku jauh lebih membencinya...

Bagaimana mungkin aku mempercayai bahwa kau berkata kau meninggalkanku..
Dan kau benar-benar menyerang kelemahanku...

Sebegitu kuat cintaku... tetap tak mampu menahanmu...
Tatap mataku... katakan berapa sisa cinta yang kau miliki!!
Apakah benar kau benar-benar tak mencintaku? sedikitpun?
Seberapa sisa cintamu untukku?

Dan..............
Aku hancur~!
Aku tak mampu menghadapi kenyataan...
kau pergi meninggalkanku...

Sejauh ini.....
aku terkunci dalam pikiran kau masih kekasihku...
aku terkunci dalam pikiran kau masih mencintaiku...

Kau meninggalkanku..........

Seharusnya kau tahu...
aku memang mencintaimu dalam segala hal...
Aku mencintai segala kata-katamu...
Tapi aku tidak mencintai kata-kata perpisahan darimu...

Sayang, di sini aku masih berharap...
Di sini aku masih bermimpi...
Aku berdoa...
Bahwa kau tak meninggalkanku...

Aku kehilangan arah jika kau tak disisiku...
Aku masih terjebak dalam bayang cintamu...
Sayang, di sini aku masih berharap...
Di sini aku masih bermimpi...
Aku berdoa...
Bahwa kau tak meninggalkanku...




Siapa 'kebahagianmu' ?

Kasih, kau tahu... aku sedang merasa sakit...
Kau tahu... aku masih mencintaimu..
Masih penuh pengharapan terhadapmu...

bayangmu masih memenuhi harimu...
Bayangmu masih memeluk erat tubuhku....
Delusi belaka....

Kau tahu.... aku merasa sakit..
Kau tahu kenapa?
Aku merasa sakit melihat gadis yang berdiri di sampingmu...
Merasa sakit melihat seorang gadis bersanding denganmu......

Aku bohong ketika mengatakan semoga kau berbahagia dengannya...
Aku bohong kala berkata aku turut berbahagia..
Aku bohong kala berkata aku bahagia jika kau bahagia walau dengannya...
Aku bahagia jika kau bahagia denganku!!
Aku bahagia jika kau bersanding denganku (lagi)

Ahhhhh.. betapa bodohnya aku yang saat itu meninggalkanmu...
Seharusnya aku mendengarkan suara dari dalam diriku...
Mendengarkan hatiku...yang hingga kini masih terus menjeritkan rasa cinta padamu...
Kenapa aku pergi meninggalkanmu......
Tolong jelaskan mengapa aku mampu sebodoh itu :(

Dan kini.... di saat aku masih penuh pengharapan terhadapmu...
Kau telah bersanding dengan yang lain...
Seketika hatiku hancur,
bagai kaca yang terjatuh..
Hancur dan mampu menimbulkan luka...
Menggores hingga mengucurkan darah...
Hatiku terluka.. hatiku tergores... namun tak berdarah..
Namun entah mengapa... ini terasa begitu sakit!!!!

Sayang, bahagiakah kau sekarang?
Apa kau yakin dia mencintaimu seperti aku mencintaimu?
Sayang, dengarlah penyesalanku...
Aku tak mampu melepasmu....
Aku tak mampu melihatmu bahagia... dengan yang lain...

Jiwaku terasa hampa...
Mungkin serasa mayat hidup....
Dan hancurlah aku, saat tahu kebahagianmu bukanlah diriku..